RSS
Facebook
Twitter

Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Berjalan-jalan ke Candi Prambanan Jawa Tengah

Berjalan-jalan ke Candi Prambanan Jawa Tengah -Hai kawan, apa kabar? Kali ini saya mau share cerita jalan-jalan saya ke candi Prambanan, candi Prambanan adalah candi hindhu terbesar di Indonesia. Kompleks candi hindu ini sangatlah luas, dengan rerumputan hijau dan pohon-pohon yang membuat sejuk kompleks candi ini.

 Candi Prambanan candi hindu

Kesan pertama ketika melewati pagar-pagar yang memperlihatkan sekilas dalaman candi Prambanan ini membuat saya tak sabar memasukinya, ketika saya mau memasuki kawasan candi saya terkejut dengan harga tiket masuk yang cukup mahal. Sekitar 30 ribuan, berhubung saya berombongan dan niatnya hanya sekedar foto-foto, maka dibatalkan kunjungan ke candi ini.

Wajah merengut saya pun berubah ketika melihat hamparan toko souvenir yang menyediakan pernak-pernik dari Prambanan. Tak apalah kalau tak bisa masuk ke candinya, yang penting sudah dapat oleh-olehnya, haha. Saya pun langsung membeli beraneka ragam oleh-oleh dengan harga murah dan bisa ditawar. Ada miniatur candi, patung, asbak, kendang, wayang, dll, hampir semua ada di sini. ternyata banyak juga orang-orang seperti saya alias sekedar mampir untuk membeli oleh-olehnya.

 

Saya pun pulang ke Semarang dengan selamat. Beberapa bulan kemudian saya kembali ke candi Prambanan, kali ini dalam rangka studi tour yang diadakan sekolah saya. Kali ini, bukan membeli oleh-oleh lagi, tapi melihat sendratari Ramayana yang menakjubkan. Menurut beberapa website penyedia tiket sendratari Ramayana, harga tiket masuknya adalah mulai dari 25000- 30000, tentunya berlaku syarat dan ketentuan. 

Nah, langsung saja saya ceritakan seperti apa saat saya melihat pertunjukan ini. Pertunjukan berlangsung pukul 19.30 (bisa berubah-ubah). Saat memasuki area pertunjukan, saya langsung dihadapkan pada candi Prambanan, candi yang saya idam-idamkan untuk saya kunjungi. Ya! Latar belakang pertunjukan Ramayana ini adalah candi Prambanan yang berdiri kokoh dengan sorotan lampu yang menambah keanggunannya di malam hari.

Sendratari Ramayana Candi Prambanan

Saya ingin sedikit menceritakan jalur ceritanya, ada sepasang kekasih Rama dan Sinta serta Lesmana saudara Rama yang berjalan di hutan, lalu Sinta minta ditangkapkan rusa emas. Nah, si Sinta diminta untuk tidak keluar dari lingkaran perlindungan. Sayangnya Sinta melanggar dan ditangkap oleh Rahwana ke kerajaan Alengka. Si Rama dan Lesmana pun akhirnya tahu dan mengumpulkan bala tentara untuk merebut Sinta, pertarunganpun terjadi dan api dimana-mana! Ya, akan ada api di cerita ini. Setelah itu, saya kira adalah akhir dari cerita, ternyata tidak! Ada kisah lanjutan yang menurut pribadi saya lebih saya nikmati tariannya ketimbang ceritanya, karena jujur waktu itu sudah hampir jam 12 dan saya sudah sangat lelah. 

Sendratari Ramayana Candi Prambanan

Pertunjukan selesai pukul 12.30 kalau tidak salah, dan saya pun terlelap di dalam bis tour menuju Semarang. Dari artikel yang sudah saya buat, saya ingin beri saran kepada kalian yang ingin mengunjungi candi hindu terbesar di Indonesia ini, yaitu:
1. Lihat Website yang menyediakan info seputar candi Prambanan ini
2. Siapkan uang untuk tiket yang mau dibeli, jika ada uang berlebih boleh untuk dipakai beli souvenir
3. Siapkan kondisi fisik anda, baik untuk mengelilingi komplek candi yang super besar ataupun untuk menonton sendratari Ramayana yang berlangsung hingga larut malam

Jika sudah, maka langsung saja kunjungi candi termegah di Indonesia ini. Apalagi sekarang sudah mendekati liburan kan, jadi tak ada salahnya untuk menikmati candi ini bersama teman-teman dan keluarga kalian. Selamat berjalan-jalan!

Baca juga:

Menelusuri Museum Radya Pustaka Surakarta

Terima kasih sudah membaca artikel yang berjudul Berjalan-jalan ke Candi Prambanan Jawa Tengah, semoga bermanfaat.

Menelusuri Museum Radya Pustaka Surakarta

Menelusuri Museum Radya Pustaka Surakarta -Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi kota Solo atau Surakarta, saya pun menyempatkan diri mengunjungi museum Radya Pustaka dengan ratusan koleksi yang beragam. Mulai dari replika, kesenian tradisional, dll. Mau tahu apa saja yang saya temukan di sana? langsung saja ikuti perjalan saya kali ini,


bagian depan museum radya pustaka surakarta

Sewaktu memasuki area museum, langsung terpampang tulisan "Museum Radya Pustaka Surakarta" dan sebuah tugu di depan museum dengan arsitekur khas yang mirip dengan bentuk kraton Solo. Kondisi taman mungil di depan museum itu sangat memprihatinkan, banyak sampah bertebaran mulai dari gelas bekas, daun-daunan, dll. Mungkin fasilitas tempat sampah dan cleaning service masih kurang di sini.

tugu museum radya pustaka surakarta

Kemudian saya membayar tiket masuk seharga 5000, cukup murah memang. Loket nya pun sangat sederhana, tapi tak apalah. Di depan museum berjejer patung-patung dewa, senjata, dll.
 
bagian depan museum radya pustaka surakarta

Di ruangan depan dipajang koleksi wayang kulit dari masa ke masa, patung, meja kursi antik, dll. Di ruangan ini bentuknya melebar, dan kondisinya terang karena memang berada di awal (ada pintu tempat lewatnya cahaya).

ruang koleksi wayang dan furnitur antik museum radya pustaka surakarta

Kemudian saya menyusuri lorong, di sepanjang lorong ada beberapa pintu menuju ruangan lain seperti ruang perpustakaan, ruang keramik, dll. 

ruang koleksi keramik museum radya pustaka surakarta 
Di ujung lorong, saya menemui sebuah ruang tengah yang besar. Di ruang ini ada banyak sekali koleksi benda-benda antik peninggalan keraton Solo seperti baju kebesaran, patung, gamelan, dll. 

ruang tengah museum radya pustaka surakarta
Saya pun lanjut ke bagian ujung dari museum, di ujung museum Radya Pustaka terdapat beberapa koleksi seperti patung dan replika. 

replika di bagian belakang museum radya pustaka surakarta

Setelah itupun saya langsung meninggalkan salah satu museum kebanggan warga Solo ini, dari kunjungan pertama kali ini saya bisa menarik beberapa kesimpulan. Museum ini punya ratusan koleksi yang mengagumkan dan arsitektur museumnya juga khas keraton Solo. Perawatan museum yang tepat akan membuat lebih banyak lagi pengunjung yang datang, seperti kebersihan, pencahayaan, penataan ruang, dll. Mungkin jika saya bisa, saya ingin lagi ke sana, siapa tahu semuanya sudah berubah menjadi lebih baik.

Terima kasih sudah membaca artikel yang berjudul Menelusuri Museum Radya Pustaka Surakarta, semoga bermanfaat.

BERLANGGANAN ARTIKEL DI SINI

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

  • TRANSLATE